Demi Keluarga, Boru Sirait Ini Tak Sungkan Jadi Sopir Taksi Medan

Tuntun Siallagan | Rabu, 08 Maret 2017 18:03:24

Virani Marsinta Rotua boru Sirait di atas taksinya/batakgaul (tuntun)
Virani Marsinta Rotua boru Sirait di atas taksinya/batakgaul (tuntun)

Di bawah terik matahari, seorang perempuan terlihat duduk di atas kursi yang terletak di pinggir Jalan Stasiun Kereta Api, Medan. Dia tidak sendiri, tetapi bersama beberapa pria teman satu kerjanya, yang memlih profesi sebagai sopir taksi. 

Meskipun hanya satu-satunya seorang perempuan di sana, Virani Marsinta Rotua boru Sirait (37) terlihat tidak canggung. Bahkan, wanita kelahiran Medan ini mengaku merasa sudah terbiasa.

"Kami lagi menunggu penumpang. Biasanya mangkal di sini (stasiun KA Medan), kalau nggak di Rumah Sakit Adam Malik Medan," ujar warga Jalan Sisingamangaraja, Medan, ini memulai pembicaraan dengan batakgaul.com, Rabu (8/3).

(BACA: Ini Rahasia Kenapa Perempuan Batak Begitu Tangguh!)

Rani br Sirait dan taksinya/batakgaul

Boru Batak beranak tiga ini memilih profesi sebagai sopir taksi untuk menambah penghasilan demi menutupi kebutuhan rumah tangganya. 

"Saya bekerja di sini mulai bulan Oktober yang lalu. Masih sekitar lima bulan,” ujarnya.

Ali Mukti Harahap, suaminya yang menikahinya 9 tahun lalu, sebenarnya sudah bekerja di salah satu perusahaan di Palembang, tapi menurutnya itu belum cukup.

Rani, sapaan akrabnya, mengaku dulu pernah bekerja sebagai guru taman kanak-kanak (TK). Tapi, akhirnya  meninggalkan pekerjaan mengajar dan memilih mencari rezeki di jalan-jalan Kota Medan. 

Kenapa Rani lebih memilih menjadi sopir?