Cerita Sinaga Sulap Pohon Pinus di Danau Toba Jadi Tempat Wisata

Alex Zetro Siagian | Sabtu, 25 Februari 2017 17:02:09

Rumah pohon Simarjarunjung/IG: @jonhansenn
Rumah pohon Simarjarunjung/IG: @jonhansenn

Pinus di tepian Danau Toba adalah hal yang biasa. Tetapi, jika pohon yang dulu sengaja ditanam untuk penangkal longsor itu jadi tempat wisata, barulah luar biasa.

Hal inilah yang dilakukan Maruli Sinaga pada Desember 2016. Dia sukses menyulap 4 pohon pinus di Desa Parik Sabungan, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menjadi rumah pohon yang bernilai wisata.

Dari penuturan seorang penjaga rumah pohan yang juga bermarga Sinaga, awalnya lokasi seluas 4.000 meter persegi itu memang sudah lama dikunjungi wisatawan lokal. Namun hanya sekadar jadi tempat menatap (panatapan) ke Danau Toba.

“Dulu belum ada fasilitas apapun saat itu," ujar Sinaga tentang lokasi yang kemudian diberi nama Bukit Indah Simarjarunjung itu kepada batakgaul.com, Jumat (24/2).

Rumah Pohon Simarjarunjung/istimewa

Sinaga mengakui, dibangunnya rumah pohon itu karena bosnya terinspirasi lokasi wisata alam Kalibiru, Kulon Progo, DI Yogyakarta. 

Dalam benak bosnya, jika Kalibiru yang berlatar Waduk Sermo saja bisa ramai pengunjung, apalagi jika rumah pohon serupa berlatar pesona Danau Toba.

Dengan menggunakan kayu dan papan, Maruli kemudian membangun rumah pohon tersebut di atas pohon pinus. Ada yang berbentuk hati dan ada juga yang hanya memanjang dengan ketinggian rata-rata 5-7 meter dari permukaan tanah. 

Meski belum sepenuhnya selesai, sejak sebulan lalu rumah pohon ini kemudian dipromosikan melalui media sosial, seperti Instagram dan Facebook. Promosi lewat media sosial ini pun berhasil mengundang para pengunjung datang ke lokasi hingga saat ini. 

Berapa pengunjung rumah pohon ini?