Cerita Orang Batak Lolos dari Kamp Penyiksaan Nazi

Coky Simanjuntak | Sabtu, 14 Januari 2017 09:01:48

Ilustrasi kamp konsentrasi Nazi/blogspot
Ilustrasi kamp konsentrasi Nazi/blogspot

Kekuasaan Nazi Jerman di bawah Adolf Hitler sudah terkenal kebuasannya sentero dunia. Tapi tahukah kalian, bahwa ada orang Batak yang pernah lolos dari penyiksaan rezim fasis anti-Yahudi tersebut.

Dia adalah Parlindoengan Loebis. Tidak hanya orang Batak, dia barangkali orang Indonesia pertama yang masuk kamp konsentrasi Nazi dan akhirnya selamat.

Seperti tertulis dalam otobiografinya ‘Orang Indonesia dalam Kamp Konsentrasi NAZI’ (2007), Parlindoengan mengatakan, dia berada selama 4 tahun dalam kamp penyiksaan tersebut, sejak ditangkap oleh polisi rahasia Belanda binaan Gestapo, di Amsterdam pada Juni 1941.

Palindoengan, yang di Belanda bertugas sebagai dokter, ditangkap karena dianggap sebagai pemberontak. Maklum saja, meski akrab dengan ideologi kiri, pria kelahiran  Batang Toru, Tapanuli Selatan 30 Juni 1910 ini sangat anti-fasis.

"Aku dimasukkan ke sebuah sel yang telah dihuni oleh tiga orang. Besar ruangan itu tiga kali tiga meter dan mempunyai dua tempat tidur besi tanpa kasur…. Dalam ruangan itu ada sebuah lubang di mana kami dapat buang air kecil dan besar. Lubang itu ditutup dengan sebilah kayu saja. Siapa yang tidur dekat lubang itu akan mencium bau yang amat busuk,” tulisnya.

Parlindoengan Loebis/blogspot

Empat tahun dalam penyiksaan, empat kali pula Parlindoengan pindah kamp, yakni Kamp Schoorl dan Amersfoort di Belanda, serta Buchenwald dan Sachsenhausen di Jerman.

"Untuk dapat survive dalam kamp, aku pertama-tama harus mempunyai hati yang keras dan tanpa rasa, seperti batu. Segala perasaan yang sentimental dan cengeng harus dibuang jauh-jauh… Masa lampau sekali-kali jangan dikenang. Masa yang akan datang jangan diharapkan. Hiduplah untuk hari ini saja,” kenangnya.

Parlindoengan tidak berlebihan, sebab dia dan para tawanan lain harus melakukan kerja paksa. Seperti apa?