Cerita Ibu Guru Bingung Nama Para Orangtua Murid Batak

Maruli Simarmata | Senin, 10 Oktober 2016 09:10:46

Ilustrasi guru/blogspot
Ilustrasi guru/blogspot

Suatu ketika di satu SMP tepatnya di desa Tanah Jawa, ibu guru Maria Fransisca Pardede membagikan formulir isian data siswa kepada murid-muridnya kelas tiga.

Satu minggu kemudian, murid muridnya mengembalikan formulir tersebut. Ibu Maria sebagai wali kelas melakukan klarifikasi atas data isian tersebut.

IBU GURU : "PURNAMA,..... di sini tertulis nama bapakmu EDISON HAPOSAN, MBA. Memang bapakmu bergelar Master of Business Administration.....?"

PURNAMA (dengan malu malu) : "Bukan ibu guru...."

IBU GURU : "Jadi apa artinya MBA ini....?" 

PURNAMA : "MBA itu kepanjangan dari Mar Boru Aritonang ibu Guru, karena mamakku boru Aritonang....."

Mendengar jawaban si Purnama semua murid tertawa. 

Kemudian ibu Guru Maria melanjutkan klarifikasinya kepada murid yang lain.

IBU GURU : "Kalau kamu LAMBOK.... dalam formulir ini tertulis nama orang tua laki-laki SOTARDUGA PARESES. Apa bapakmu Pareses di HKBP.....?

LAMBOK (dengan kepala tertunduk) : "Bukan ibu guru......"

IBU GURU : "Kenapa ditulis PARESES..., jadi apa artinya Pareses ini....?"

LAMBOK : "PARESES itu maksudnya PARTIGA ES ES  ibu guru, artinya menjual es..."

Lagi-lagi murid ketawa ngakak.

Ibu Guru Maria (ngomong dalam hati) : "Ada-ada saja orangtua muridku ini...

Kamu OLOAN...... nama bapakmu disini tertulis GOMGOM PARDOMUAN, MTh.  Apa memang betul bapakmu Master Theologia.....? Jawab, dari tadi ketawamu yang paling keras".

OLOAN (menjawab dengan lancar) : "Ceritanya begini ibu guru....., dulu itu semasa mudanya bapakku suka kali sama  seorang perempuan boru Tambunan, bahkan sudah sampai marhata sinamot. Tapi gagal ibu Guru...."

IBU GURU : "Lho..... apa hubungannya dengan  MTh.......?"

OLOAN : "Yaitulah ibu guru. Makanya nama bapakku tertulis "GOMGOM PARDOMUAN, MTh yang artinya Marboru Tambunan hian…" 😛😛😛😛😛

(Diambil dari pesan berantai di media sosial, cerita ini jelas hanya rekaan demi tujuan humor belaka. Tidak ada maksud untuk mendiskreditkan pihak tertentu)