Alamak! 4.000 Keluarga di Tapsel belum Bisa Nikmati Listrik

Jordan Silaban | Minggu, 01 Mei 2016 22:05:50

Ilustrasi krisis listrik/blogspot
Ilustrasi krisis listrik/blogspot

Listrik ternyata masih menjadi barang langka bagi sebagian penduduk Indonesia. Celakannya, ini justru terjadi di Tanah Batak.

Di Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, tercatat lebih dari empat ribu keluarga di sampai saat ini belum menikmati listrik. Alamak!

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Tapanuli Selatan, Helmi, mengatakan jumlah tersebut mencakup di 22 desa dan 55 kampung dari 14 kecamatan.

Paling banyak terdapat di Kecamatan Angkola Sangkunur mencapai 1.615 rumah tangga, disusul Angkola Selatan 1.015.

Saipar Dolok Hole 455, Aek Bilah 299, Sipirok 268, Angkola Barat 220, terakhir Kecamatan Muara Batang Toru berkisar 181 rumah tangga.

"Jumlah kebutuhan listrik itu berdasarkan pendataan kita tahun 2016," katanya seperti dikutip Antara, Senin (2/5).

Dia mengatakan, masa kepemimpinan Bupati Syahrul Pasaribu periode pertama (2010-2015) telah membangun berbagai proyek pusat pembangkit listrik dari berbagai sumber dana.

"Periode pertama bupati Syahrul ada sekitar 1.700 kepala keluarga di sejumlah kecamatan yang baru 'menikmati' listrik," katanya.

Energi listrik lebih 350 kilowatt dan kilowatt porte berkat proyek PLTMH dan PLTS Terpusat sumber dana dari kementerian ESDM dan program positif PNPM LMP.

Pada periode ke dua Syahrul-Aswin (2016-2021) diharapkan kebutuhan ribuan kepala keluarga akan listrik bisa terealisasi.

Lebih jauh kata Helmi, jarak dan jumlah rumah dan atau antar desa atau kampung cenderung menyebabkan suatu kendala untuk memenuhi kebutuhan listrik itu.

"Itu juga menjadi salah satu kendala jaringan listrik," katanya.